Inilah Potensi Sumber Daya Alam Jogyakarta Yang Harus Digali

Inilah Potensi Sumber Daya Alam Jogyakarta Yang Harus Digali


Pada dasarnya banyak sekali yang bisa digali dari Sumber Daya Alam Jogja. Karakteristik Yogyakarta yang terdiri dari pegunungan dan juga lautan membuat daerah yang satu ini sangat potensial untuk dikembangkan sumber daya alamnya. Dengan karakteristik kondisi alamnya yang seperti itu membuat Yogyakarta potensi sumber daya alamnya sangatlah bervariasi.

Di daerah pegunungan, potensi yang bisa digali pada sektor ini dalah sektor pariwisata, pertanian dan juga kehutanan. Adapaun di daerah kelautan, potensi yang bisa dikembangkan adalah pada sektor pariwisata dan perikanan. Dengan memaksimalkan sektor-sektor tersebut maka akan mendatangkan banyak keuntungan untuk daerah Yogyakarta. 


Potensi Pertanian Di Yogyakarta

Sebagian besar Sumber Daya Alam Jogja sektor pertanian adalah berupa tanaman jagung, tanaman kedelai, tanaman kacang tanah, dan tanaman ubi kayu. Dengan perincian tanaman jagung seluas 79.704 hektar, kedelai dengan luas 34.292 hektar, kacang tanah dengan luas 57.759 hektar. Dan ubi kayu dengan luas 58.735 hektar. Selain itu juga ada yang menanam padi, kacang hijau, ubi jalar dan juga sayur-sayuran. 

Adapun dari tanaman jagung, padi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, sayuran, dan buah-buahan bisa menhasilkan berton-ton. Dengan perincian sebagai berikut: tanaman jagung bisa menghasilakan 219.758 ton per tahun, padi bisa menghasilkan 715.684 ton ton per tahun, kedelai bisa menghasilkan 402 ton, kacang tanah 66.697 ton, kacang hijau 550 ton ton per tahun, ubi kayu 978.494 ton ton per tahun, ubi jalar 6.777 ton ton per tahun, sayuran 67.703 ton ton per tahun, dan buah-buahan 196.204 ton ton per tahun. Maka bisa dikatakan Sumber Daya Alam Jogja pada sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan
.
Potensi Kehutanan Di Yogyakarta

Kehutanan yang dikembangkan di Yogyakarta berupa kayu dan non kayu. Bahkan luas kawasan hutan di Yogyakarta sampai 23.54 % dari luas wilayah Yogyakarta. Dengan rincian hutan yang dimiliki oleh negara 18.044,97 hektar, hutan rakyat seluas 54. 948 hektar. Adapun produksi kayu di Yogyakarta terdiri dari tanaman jati 111.930,393 meter kubik, kayu mahoni 16.490,574 meter kubik, sono keling 8.412,866 meter kubik, pohon akasia 3.292,287 meter kubik, dan rimba campuran 2.787,235 meter kubik. 

Potensi Kelautan Dan Perikanan Di Yogyakarta

Potensi Sumber Daya Alam Jogja yang bisa dimanfaatkan pada sektor kelautan dan perikanan yang terdiri dari perairan umum 3.133 hektar adapun tingkat pemanfaatannya 5.20 hektar. Rambak seluas 650 hektar dan tingkat pemanfaatannya 58 hektar. Tambak seluas 240 hektar.
Potensi Peternakan Di Yogyakarta

Peternakan di daerah Yogyakarta di dominasi oleh sapi potong 249.480 ekor, sapi perah 8.623 ekor dengan jumlah produksinya 8.900.215 liter pertahunnya, ayam burus 4.604.824 ekor pertahunnya, ayam petelur 2.494.008 ekor pertahunnya, dan ayam daging 22.020.306 ekor.

Potensi Pariwisata

Sektor pariwisata di Yogyakarta bisa dibilang sangat bervareatif. Dari sektor kelautan dan juga sektor pegunungan juga ada. Selain itu wisata kuliner dan tempat untuk berbelanja juga sangat bervareatif di Yogyakarta. Salah satu tempat belanja paling favorit yang ada di Yogyakarta adalah kawasan Malioboro. Berbagai kerajinan tangan yang unik dan menarik disuguhkan di sana. Selain itu juga Anda bisa membeli batik khas Yogyakarta di pasar Bringharjo yang letaknya juga berada di kawasan Malioboro. 

Dengan banyaknya potensi Sumber Daya Alam Jogja yang bisa dimanfaatkan maka kalau hal tersebut bisa dimaksimalkan akan menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu kota termaju di Indonesia.

Subscribe to receive free email updates: